Kalau mau ada yang iseng2 "meracuni" diri sendiri dan keluarga dengan resep berikut, silahkan:
Ayam Panggang Wong Klaten
1 ekor ayam (atau 4 potong paha atas, atau apapun bagian ayam kegemaran pemirsa)
5 siung bawang putih
1 cangkir minyak zaitun
2 gelundung bawang bombay (kalau bisa yang merah)
2 batang wortel
1 batang celery
1 sprig (tangkai) rosemary
Garam
Merica
Pala
Sedikit terigu
Persiapan bumbu oles:
Gepengkan bawang putih lalu cincang kecil. Masukan minyak zaitun kedalam mangkuk kecil. Masukkan bawang putih, merica, pala, garam, dan rosemary. Aduk. Sisihkan.
Persiapan ayam:
Angkat kulit ayam (tapi jangan sampai terlepas semua), lalu keringkan ayam dengan tisu dapur. Oleskan bumbu oles tadi ke bagian dalam ayam, dan di sela2 kulitnya. Olesi bagian luar kulit ayam dengan sisa minyak zaitun. Taburi bagian kulitnya dengan sedikit terigu, garam dan merica. Sisihkan.
Persiapan panggangan:
Panaskan oven dengan suhu 200c.
Siapkan sebuah loyang tahan panas. Olesi sedikit dengan minyak zaitun.
Kupas wortel dan belah menjadi 2 bagian memanjang (kalau wortelnya terlalu panjang, dipotong dulu menjadi 2 juga boleh). Susun wortel didasar loyang, untuk menjadi alas. Maksudnya adalah agar ayam tidak langsung menyentuh dasar loyang.
Kupas bawang dan belah menjadi 4 bagian. Letakkan bawang2 tersebut diatas wortel.
Potong2 celery dengan ukuran sekitar 4cm, letakkan diatas loyang.
Letakkan ayam didalam loyang, (bagian kulit menghadap atas) diatas tumpukan wortel, bawang, dan celery tadi. Tutup loyang dengan aluminium foil. Masukkan kedalam oven, diamkan sekitar 45 menit.
Setelah 45 menit, angkat loyang, buka aluminium foil. Pindahkan rak oven ke bagian atas (dekat dengan sumber panas yang diatas) lalu letakkan kembali loyang tanpa foil kebagian atas oven tersebut, selama 20-30 menit, agar kulit ayam menguning.
Letakkan ayam diatas piring, lalu siram dengan kuah yang menggenang di dasar loyang.
Hidangkan dengan kentang goreng (french fries, atau frites kalo kata orang perancis, hehehe) bayam yang dimasak dengan susu, atau puree kentang.
Selamat bunuh diri...
Kredit: Tulisan ini dibuat oleh Mr. Ismangun tanpa perubahan resep. Post asli ada di halaman ini
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Thursday, September 25, 2008
Anyone Can Cook
Ungkapan ini ada di film rattatouille yang dibintangi oleh tikus imut. Sebagai seorang laki2 yang kerap di'paksa' membantu ibu di dapur, saya betul2 mengamini pendapat ini. Ini semua gara2 ibu saya yang mewajibkan anak2nya mengenal pekerjaan rumah tangga. Mencuci piring, baju, menyetrika, membersihkan rumah hingga memasak dikenalkan kepada anak2nya tidak peduli laki2 atau perempuan. Dan ibu kalo menurut saya memang a great cook, meski banyak orang berkata pantas saja karena orang cina pasti ahli memasak (ibu saya kebetulan keturunan). Well, itu tidak seluruhnya benar sih. Teman ibu banyak yang lebih pandai menciptakan huru hara di dapur daripada menciptakan maha karya tuh.
Salah satu kenangan masa kecil saya adalah ketika tante saya datang dari jakarta, dan saya kemudian pergi ke dapur untuk membantu ibu memasak. Ketika akan menghaluskan bumbu, tante saya berkata (dalam bahasa jawa) "nggak usah, sana pergi aja. nanti bumbunya bau laki2." Ibu saya langsung membela "eh, jangan begitu. Biarin aja, anak laki2 itu tenaganya lebih kuat. kalo menghaluskan bumbu, ulekannya itu bisa halus sekali." Tante bengong "oh, gitu ya yu" (bukan yuk yak yuk, yu itu potongan dari yayu, mbak dalam bahasa jawa).
Walhasil, dari pengalaman2 masa kecil inilah kemudian saya menjadi sering mencoba untuk memasak. Memang tidak banyak apa yang telah saya praktekkan, tetapi kecintaan saya terhadap memasak tidak pudar karenanya. Bahkan ketika menyadari bahwa karya agung saya ternyata porak poranda dan sedikit menyimpang dari yang saya harapkan (err, mungkin lebih tepatnya kocar kacir sih).
Bagi anda semua, apakah hal ini terasa aneh?
Tulisan ini aslinya saya post di website indoflyer (www.indoflyer.net) dengan sedikit penyesuaian. Dan ini adalah intro janji saya untuk menyertakan resep di blog saya. Blog aing ya kumaha aing atuh.
Salah satu kenangan masa kecil saya adalah ketika tante saya datang dari jakarta, dan saya kemudian pergi ke dapur untuk membantu ibu memasak. Ketika akan menghaluskan bumbu, tante saya berkata (dalam bahasa jawa) "nggak usah, sana pergi aja. nanti bumbunya bau laki2." Ibu saya langsung membela "eh, jangan begitu. Biarin aja, anak laki2 itu tenaganya lebih kuat. kalo menghaluskan bumbu, ulekannya itu bisa halus sekali." Tante bengong "oh, gitu ya yu" (bukan yuk yak yuk, yu itu potongan dari yayu, mbak dalam bahasa jawa).
Walhasil, dari pengalaman2 masa kecil inilah kemudian saya menjadi sering mencoba untuk memasak. Memang tidak banyak apa yang telah saya praktekkan, tetapi kecintaan saya terhadap memasak tidak pudar karenanya. Bahkan ketika menyadari bahwa karya agung saya ternyata porak poranda dan sedikit menyimpang dari yang saya harapkan (err, mungkin lebih tepatnya kocar kacir sih).
Bagi anda semua, apakah hal ini terasa aneh?
Tulisan ini aslinya saya post di website indoflyer (www.indoflyer.net) dengan sedikit penyesuaian. Dan ini adalah intro janji saya untuk menyertakan resep di blog saya. Blog aing ya kumaha aing atuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)